Setumbu, dan menjadi orang paling bahagia di dunia.

Thursday, January 19, 2017

"Pas jaman gak enak" - (ketika zaman tidak enak)

Beberapa dari kalian yang baca ini mungkin  ada yang sering mendengar kalimat itu, sering diucapkan sebagai bumbu intermezzo obrolan warung kopi. Diucapkan oleh sesama bapak - bapak yang lagi asik menceritakan kenakalan masa mudanya  masing.

Tapi kalau dipikir pikir, apakah "jaman gak enak"  dialami semua manusia diusia muda? 
bukankah hidup tak ada yang tahu? bukankan hidup itu berotasi seperti halnya bumi?

Kenapa ada sebutan "jaman gak enak"?  
Siapa yang tau kalau jaman kedepan lebih buruk dari jaman yang kita lalui sekarang?
Atau bisa jaman kedepan  bisa jauh lebih baik dari jaman sekarang,
Tak ada yang tau,
Yang jelas setiap jaman yang kita sebut sudah enak sekarang ini, akan kita sebut "jaman gak enak" kelak nanti, Bisa saja bukan?

Nikmati jaman sekarang, dan menjadi orang paling bahagia didunia.

----











Mbah Sandung 83 tahun, mungkin beliau adalah orang paling bahagia didunia, mungkin saja beliau sudah mengalami "jaman gak enak"  berkali kali dalam hidupnya. Setiap pagi mencari daun talas ke bukit setumbu untuk makan ayam ayamnya, tinggal dengan istrinya yang berusia 72 tahun serta anak anaknya, Biacaranya sudah agak ngaco tapi ada benernya.... dengan sedikit guyonan yang garing banget sebenarnya tapi sesedarhana itu membuat orang lain tertawa. Semoga kemeja buluk yang saya berikan bisa selalu menemani mencari daun talas. Sehat terus mbah! 


Selamat Jalan Jalan, Semoga Berpapasan~

----

Bukit Punthuk Setumbu
Jogjakarta Pagi hari.

You Might Also Like

0 komentar